Dari Ngretrail Hingga Selawatan

stuck in the mud

stuck in the mud

Pukul 17.11 WIB, suara jangkrik dan kodok sudah mulai terdengar meskipun langit di atas Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Jogjakarta masih cukup terang. Sejumlah pemuda di pendapa yang berada di sebelah selatan mesjid lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Fatihah di desa itu tengah memadupadankan permainan rebana. Mereka terlihat sangat giat berlatih karena bakda salat Isya atau beberapa jam lagi mereka akan mengiringi simtudduror atau untaian mutiara gabungan selawat yang dilantunkan penghuni santri pondok tradisional tersebut. Simtudduror ini merupakan kegiatan rutin tiap malam Senin di pondok itu.

Sore itu, Minggu (22 Mei 2011) udara di sekitar Ponpes terasa sangat segar. Angin semilir dari area persawahan yang mengelilingi Ponpes itu berembus dengan lembut memasuki sudut-sudut bangunan tanpa pagar.

Sementara di salah satu sudut barak santri, beberapa orang dewasa lagi ngobrol sambil ngerokok. Sesekali di antara mereka ngambil gelas teh anget dan meminumnya. Di barak lain juga hampir sama. Orang-orang pada duduk-duduk sambil ngerokok dan minum teh. Ponpes itu punya empat barak santri. Bangunannya didimonasi bahan kayu dan bambu. Beralaskan tikar, masing-masing barak ada dua ranjang susun sehingga bisa dihuni hingga 12 orang. Selain keempat barak itu, ada juga barak bagi santri mukim (tinggal di pondok).

ngetrail5

Siapa sih orang-orang itu? Mereka adalah karyawan PT KA dari berbagai wilayah di Indonesia yang lagi pada nyantri. Mereka adalah peserta Religious Trail Adventure (RTA) yang diadakan Ponpes Roudlotul Fatihah bekerja sama dengan PT KA. Ada 40 orang yang ikut RTA ini (semua laki-laki). Mereka adalah angkatan ke-50 dalam program yang diadakan selama dua hari setiap angkatannya. Mereka hanya dua hari nyantri di Ponpes itu. Aku ke sana karena diundang oleh pihak pondok untuk mengamati, dan mungkin sekaligus nyantri kali ya.

Obrolan yang sangat seru adalah tentang pengalaman yang baru saja mereka alami siang tadi, yakni masing-masing santri menempuh perjalanan dengan motor trail dari Pleret hingga Makam Seniman PP di Imogiri yang berjarak sekitar 7 km. Perjalanan ini menyusuri jalan beraspal, jalan berbatu, tanjakan dan turunan dipandu kru RTA yang semuanya juga santri Ponpes Roudlotul Fatihah.

Meski terasa seru, namun perjalanan hari itu sebenarnya belum seberapa dibanding dengan perjalanan hari berikutnya, (Senin 23 Mei 2011) yakni menyusuri Pleret-Pantai Parangtritis yang berjarak sekitar 30 km. Karena selain menempuh tipe jalan serupa, peserta juga melintasi “etape” jalan berlumpur di pegunungan tak jauh dari pantai.

Di pegunungan inilah trail adventure yang sessungguhnya dijalani oleh para peserta. Mereka harus melintasi jalan berlumpur sepanjang sekitar 25 meter dengan berbagai rintangan. Bisa ditebak, peserta yang sebagian besar belum pernah melintas jalan seperti itu atau bahkan belum pernah mengendarai motor trail terlihat kesulitan. Tak jarang pula peserta terjatuh ke kubangan sehingga pakaian yang mereka kenakan pun kotor. Jangan tanya kondisi motornya ya, sebab jelas lebih kotor dan buluk luar biasa akibat semburan lumpur dari roda.

Hehehe. Saat itu aku menahan ketawa melihat reaksi para peserta saat melintasi medan itu. Ada yang jatuh, ada yang terjerembab, ada yang terpaksa turun motor, dan bahkan nggak jarang motor mereka mogok. Aku melihat mereka secara diam-diam. Maklum, aku diajak kru RTA untuk bersembunyi di balik semak-semak sambil mengamati. Aku dan kru RTA hanya boleh keluar dari persembunyian kalo ada peserta yang celaka atau benar-benar tidak bisa mengatasi masalah mereka. Meski penuh kesulitan, tapi akhirnya semua peserta dapat lolos dari jebakan lumpur dan tentunya terselip bantuan kru RTA dan gotong-royong antarpeserta dalam kesulitan. J J J

Jangan nuduh kalo aku nggak nyoba ya J. Justru aku duluan yang nyicipin medan itu sebelum peserta pada datang. Nggak gampang melewati medan lumpur dengan motor, Man ! Tapi untung aku lolos dengan lumpur di sikujur sepatu dan celana J J

Habis selawatan, peserta salaman sambil cium tangan Pak Kiai

Habis selawatan, peserta salaman sambil cium tangan Pak Kiai (bersajadah)

Well, sekarang kita ngomongin RTA. Sesuai dengan namanya, RTA memasukkan unsur religi ke dalamnya. Antara lain ziarah ke makam Syeh Maulana Mahribbi di kawasan pantai Parangtritis.

Mereka juga menjalani salat berjamaah di pondok Ponpes, mendengarkan tausiah dari pengasuh Ponpes, KH Muhammad Fuad Riyadi dan mengikuti selawatan.

Ketua kegiatan RTA, Sigit OI bilang kegiatan trail adventure merupakan sarana mengajak orang untuk berbuat baik. Zaman sekarang ini mengajak orang menjadi baik itu susahnya minta ampun. Makanya kami sengaja menggunakan media trail untuk menarik mereka karena ngetrail itu menyenangkan. Di dalamnya kami sisipi kegiatan religi. Dulu Walisongo dakwah dangan wayang, sekarang kami dengan ngetrail.

Sementara Fuad yang disapa Pak Kiai ini saat ramah tamah bilang Ponpes tidak mengharuskan peserta berselawat, baca quran, atau solat dengan takaran atau jadwal yang ketat. Namun dia cuma mewajibkan semua peserta menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan. Nonton doang juga boleh.

Meski terlihat santai, RTA ternyata memberi kesan mendalam bagi peserta. Antara lain bagi Hadi Susetyo yang sehari-hari sebagai Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA) di Daops IX Jember. Dia bilang terbiasa hidup dengan bebas, atau biasa dikata jauh dari Allah. Tapi dengan RTA ini, dia ngerasa dia sudah harus mendekat sama “Dia”.

Sementara Rahadi, Subdivre 3.1 SS (Sumatera Selatan) bilang Ponpes sengaja mengajak peserta dengan cara yang halus. Meski dia hanya mengikuti atau hanya melihat selawatan, tapi itu menciptakan ketenangan bagi dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s